Jumat, 27 April 2012

Laporan Pratikum Kisi Difraksi

Laporan Pratikum Fisika dasar I

KISI DIFRAKSI
A.    PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1.      Tujuan  :
-          Mempelajari peristiwa oleh kisi difraksi.
-          Mempelajari panjang gelombang sumber sinar laser.
-          Menentukan jarak antara celah dari kisi difraksi yang belum diketahui besarnya.
2.      Waktu   : Kamis, 26 Mei 2011.
3.      Tempat  : Laboratorium Fisika Dasar, Lantai II, Fakultas MIPA, Universitas
                Mataram.
B.     ALAT DAN BAHAN
1.      Alat    :
-          Statif
-          Roll meter
2.      Bahan :
-          Sumber sinar laser
-          Kisi difraksi
C.     LANDASAN TEORI
Peristiwa pembelokan cahaya ke belakang penghalang disebut peristiwa difraksi. Difraksi pertama kali diungkapkan oleh Fransesco Grimaldi (1618-1663), walaupun Newton tidak menerima kebenaran teori tentang gelombang cahaya, sedangkan Huygens tidak mempercayai difraksi ini walaupun dia yakin akan kebenaran teori gelombang cahaya . Huygen berpendapat bahwa gelombang sekunder hanya efektif pada titik-titik singgung dengan selubungnya saja, sehingga tidak memungkinkan terjadinya difraksi ( Suparmono, 2005 : 27 ).
Perhitungan difraksi pada prakteknya sulit dilakukan, walaupun prinsipnya sederhana. Oleh karena itu, perhitungan difraksi harus dilakukan berkali-kali untuk semua titik pada layar yang ingin diketahui intensitasnya (Sutrisno, 1983: 43).
Dalam difraksi terdapat dua teori difraksi yang terkenal , yaitu difraksi Fresnel dan difraksi Fraunhofer. Difraksii Fraunhofer merupakan penyederhanaan dari difraksi Fresnel (Zaelani,2006: 253).

D.    PROSEDUR PERCOBAAN
Percobaan Menentukan Panjang Gelombang Sinar Laser
1.      Diletakkan sumber laser pada meja, tepat mendatar, dan tegak lurus pada layar atau tembok.
2.      Di letakkan kisi difraksi (dengan jarak antara celah yang telah diketahui) di depan lubang tempat sinar laser keluar, sehingga pola difraksi terletak tepat horizontal pada layar.
3.      Di ukur jarak antara kisi difraksi dengan layar.
4.      Di ukur jarak tiap pola difraksi yang terjadi (terang ke-n) ke pola difraksi pusat.
5.       
E.     HASIL PENGAMATAN
(Terlampir).

F.      ANALISIS DATA
Perhitungan :
a.       Kisi Difraksi (N) 100
             d=  
                =
                = 0,01 cm

1.      Diketahui:
d    = 0,01 cm
y1  =13 cm
 n1   = 1
 L   = 163 cm
Ditanyakan : 1= …….. ?
Jawab          : 1 =
                                                   =
                                 = 7,9 x 10-4 cm
2.      Diketahui :
d  = 0,01 cm
y2 = 26 cm
 n2  = 2
L   = 163 cm
Ditanyakan : 2 = ………?
Jawab          : 2 =
                           =
                            = 7,9 x 10-4 cm
3.      Diketahui :
d  = 0,01 cm
y3 = 39 cm
n3   = 3
L   = 163 cm
Ditanyakan : 3 = ……….?
Jawab          : 3 =
                            = 
                             = 7.9 x 10-4 cm
4.      Diketahui :
d  = 0,01 cm
y4 = 52,5 cm
n4  = 4
L  = 163 cm
Ditanyakan : 4 = ………..?
Jawab          : 4 =
                           =
                           = 8,05 x 10-4 cm
5.      Diketahui :
d   = 0,01 cm
y5  = 67 cm
n5   = 5
L   = 163 cm
Ditanyakan : 5 = ……….?
Jawab          : 5 =
                           =
                           = 8,2 x 10-4 cm
b.      Kisi Difraksi (N) 300
d =
    =
    = 0,003 cm
1.      Diketahui :
d = 0,003 cm
y1 = 39,5 cm
n1  = 1
L =163 cm
Ditanyakan : 1 = ……………… ?
Jawab          : 1 =
                           =
                           = 7,26 x 10-4 cm
2.      Diketahui :
d  = 0,003 cm
y2 = 82 cm
n 2 = 2
L = 163 cm
Ditanyakan : 2 = …………..?
Jawab          : 2 =
                           =
                           = 7,54 x 10-4 cm
c.       Kisi Difraksi (N) 600
Diketahui :
d =
    =
    = 1,6 x 10-3 cm
y  = 82 cm
n  = 1
L = 163 cm
Ditanyakan : = …………?
Jawab          :  =
                         =
                          = 8,38 x 10-4 cm       
G.    PEMBAHASAN
Dalam  praktikum kali ini kita mencoba menentukan panjang gelombang dari sumber sinar laser dan mempelajari peristiwa kisi difraksi.
            Dalam menentukan panjang gelombang di gunakan tiga macam kisi difraksi, yaitu 100,300 dan 600cm. Setiap kisi difraksi mempunyai kostanata kisi (d) yang berbeda-beda. Untuk kisi difraksi bernilai 100cm, di dapatkan lima nilai panjang gelombang ( ) yaitu 7,9 x 10-4cm, 7,9 x 10-4cm, 7,9 x 10-4cm, 8,05 x 10-4cm, 8,05x 10-4cm. kisi difraksi 100cm mempunyai 5 panjang gelombang karena terdapat lima titik terang yang berbeda disamping terang pusat. Untuk kisi difraksi 300cm, terdapat dua titik terang disamping terang pusat sehingga diperoleh dua nilai panjang gelombang, yaitu 7,26 x 10-4cm dan 7,54 x 10-4cm. sedangkan untuk yang terakhir , kisi difraksi bernlai 600cm, hanya terdapat satu titik terang di samping terang pusat yang panjang gelombangnya sebesar 8,38x 10-4cm.

H.    PENUTUP
1.      Kesimpulan
-          Panjang gelombang sinar dengan kisi difraksi 600cm sebesar 8,38x 10-4cm
-          Panjang gelombang sinar dengan kisi difraksi 600cm sebesar 7,26x 10-4cm dan 7,54x 10-4cm.
-          Untuk kisi difraksi bernilai 100cm, terdapat lima titik terang disamping terang pusat.
-          Nilai konstanata kisi (d) yang berbeda, memberikan sudut dan jumlah titik terang yang berbeda.
2.      Saran
Make your smile perfect.


DFTAR PUSTAKA
Supramono, Eddy.2005. Fisika dasar II. Malang: UM Press.
Sutrisno. 1983 Fisika Dasar. Bandung: ITB.
Zaelani,ahmad.2006. Bimbingan Pemantapan Fisika. Bandung: Yrama Widya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar